Air Conditioner atau yang akrab dipanggil AC tampaknya sudah menjadi kebutuhan primer bagi sebagian masyarakat tanah air. Hal ini dapat kita buktikan dengan melihat banyaknya penggunaan AC di berbagai tempat seperti rumah, sekolah, kampus, kantor, hingga kamar hotel. Kehadiran mesin pendingin udara yang satu ini nyatanya memang membuat siapapun betah untuk berlama-lama dalam ruangan tersebut. Suasana ruangan yang sejuk dan asri dinilai dapat membuat hati semakin nyaman dan damai.

Dengan demikian, semua aktifivitas yang kita lakukan di dalam ruangan tersebut akan terasa menyenangkan seakan tanpa beban. Bagi masyarakat yang tinggal di daerah tropis seperti Indonesia, khususnya di kota metropolitan, keberadaan AC tentu saja sangat diperlukan. Suhu yang panas ditambah dengan asap kendaraan dan asap pabrik yang bertebaran, pastinya akan membuat keadaan tidak nyaman dan menyebabkan dehidrasi. Dalam hal ini, AC merupakan benda elektronik yang dapat mengatasi semua permasalahan tersebut.

Dari tahun ke tahun, jumlah pengguna AC terus mengalami peningkatan yang cukup tajam. Hal ini menyebabkan berbagai perusahaan elektronik bersemangat untuk meluncurkan inovasi baru mengenai produk berguna tersebut. Sehingga, tidak heran apabila kita sering menjumpai AC di toko-toko elektronik dengan berbagai bentuk dan merek yang berbeda. Adapun salah satu perusahaan produksi AC yang cukup populer di Indonesia adalah PT Sharp Electronics Indonesia.

Perusahaan produksi benda elektronik asal Negeri Sakura ini meluncurkan berbagai barang elektronik yang memiliki brand seperti namanya sendiri, yakni Sharp. Sebagian besar dari Anda pastinya sudah tak asing dengan merek elektronik yang satu ini. Bahkan, mungkin saja Anda adalah pelanggan setia yang menggunakan benda-benda elektronik besutan PT Sharp. Sama halnya dengan produk yang lainnya, AC yang diproduksi oleh PT Sharp juga dikenal dengan sebutan AC Sharp.

www.pexels.com

Sejarah Awal Kemunculan AC Sharp

Sejarah awal kemunculan AC dengan merek Sharp ini tentunya diawali dengan sejarah kemunculan AC itu sendiri. Pada dasarnya, sejarah perkembangan AC dimulai sejak zaman dimana orang-orang romawi dan Persia menggunakan teknik pendinginan ruangan. Adapun teknik yang mereka lakukan ialah dengan menampung air yang mengalir ke dalam dinding, sehingga memberikan efek sejuk dalam ruangan tersebut. Namun, cara tersebut dinilai kurang efektif serta membutuhkan biaya yang tidak murah.

Pada abad ke 18, seorang ilmuan cerdas bernama Michael Faraday yang juga merupakan penemu listrik, mulai mempelajari cara mendinginkan suhu udara dalam ruangan dengan menggunakan gas amonia. Namun, hal tersebut dinilai sangat membahayakan kesehatan manusia dan pada akhirnya ide tersebut tidak dapat dikembangkan. Ternyata, perkembangan AC tidak berhenti sampai disini. Di tahun 1842, John Gorrie yang merupakan seorang dokter dan ilmuan asal Amerika Serikat melakukan sebuah riset tentang air conditioner (AC). Ia melakukan riset tersebut bukan tanpa sebab, melainkan didasarkan pada kejadian tertentu. Banyaknya jumlah pasien penderita malaria dan demam tinggi yang semakin parah dikarenakan suhu ruangan yang panas, merupakan hal yang memotovasi John untuk melakukan riset tersebut. Ia mendinginkan ruangan dengan cara manaruh bongkahan es di dalam sebuah baskom yang digantung di atap ruangan. Kemudian, ia menyebar hawa dingin tersebut dengan menggunakan kipas angin. Meskipun berhasil, cara tersebut dinilai sangat tidak efektif karena bongkahan es akan mencair dengan cepat.

Rupanya John Gorrie tak menyerah begitu saja. Pada tahun 1845, ia memutuskan untuk berhenti menjadi dokter dan berfokus dalam proyek pembuatan alat pendingin udara tersebut. tak perlu memakan waktu yang lama, hanya dengan waktu sekitar enam tahun tepatnya tahun 1851, Gorrie berhasil menemukan sebuah alat pembuat es yang pertama di dunia, yang merupakan cikal bakal penemuan AC. Akhirnya, mesin tersebut dipatenkan dan diakui oleh dunia. Namun pada tahun 1855, Gorrie meninggal dunia akibat sakit dan penemuannya itu pun dipelajari lebih lanjut oleh seseorang yang juga ilmuan, bernama willis Carrier. Pada tahun 1902, ia benar-benar berhasil mewujudkan sebuah alat pendingin udara moderen yang saat ini kita kenal dengan nama AC itu sendiri.

www.pexels.com

Dari situlah muncul berbagai ilmuan yang terus mengembangkan penemuan John Carrier ini. Dalam hal ini, salah satu ilmuan yang berhasil menemukan inovasi baru tentang AC ialah pemuda asal Jepang yang bernama Tokuji Hayakawa. Saat ini, produknya dikenal oleh masyarakat dengan nama AC Sharp. Ia juga merupakan penemu berbagai benda-benda elektronik pertama di dunia seperti keran air dan prototype pensil mekanik. Tokuji Hayakawa inilah yang merupakan pendiri Sharp Corporation. Perusahaan ini pun semakin berkembang dan terus melebarkan sayapnya ke berbagai negara di belahan bumi, tak terkecuali Indonesia.

Pada awal mulanya, anak perusahaan Sharp yang didirikan di Indonesia dikenal dengan nama PT Yasonta. Perusahaan ini didirikan oleh  Martua R. Pangabean dan Jauw Tjong Kie pada 1969. PT Yasonta pun terus mengalami kemajuan hingga pada akhirnya di tahun 2005, Yasonta mengganti namanya menjadi PT Sharp Electronic Indonesia. Antusiasme masyarakat Indonesia terhadap mesin pendingin udara besutan Sharp ini pun terbilang cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena berbagai keunggulan yang membekalinya.

www.pexels.com

Keunggulan Mesin Pendingin Udara Besutan Sharp

Keunggulan dari sebuah produk merupakan hal yang diperhatikan oleh seseorang sebelum membeli atau mengonsumsi sebuah produk. Oleh sebab itu, Sharp membekali produk-produknya dengan berbagai keunggulan yang sangat menarik. Adapun keunggulan dari AC bermerek Sharp adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki Fitur Hemat Daya

Umumnya, AC merupakan alat elektronik yang memiliki daya listrik besar. Hal ini membuat sebagian masyarakat memilih tidak menggunakan AC demi terhindarnya dari tagihan listrik yang besar. Namun, sudah sepatutnya Anda tak perlu resah lagi pasalnya AC Sharp hadir dengan berbagai fitur hemat daya yang pastinya sangat menguntungkan Anda. Alat pendingin dengan merek Sharp ini dibekali dengan fitur J-Tech Inverter dan Eco Mode yang dinilai mampu menghemat daya listrik hingga 65%. Dengan demikian, Anda tak perlu khawatir dompet Anda terkuras hanya karena membayar tagihan AC tiap bulannya. Sharp memiliki daya kapasitas motor mulai dari 1 samapai 1 ½ PK, yang memungkinkan para pengguna bisa menyesuaikan daya listriknya sendiri. Bahkan, salah satu produk Sharp yang bertipe Plasmacluster tetap mampu bekerja meskipun hanya dengan tegangan 160 watt.

  1. Memiliki Fitur Multi Fun

Wujud dari fitur ini berupa kipas ganda yang dapat bekerja secara otomatis dalam daya listrik yang rendah. Hal tersebut dinilai dapat mendorong performa dari AC ini meskipun berada pada ruangan bersuhu rendah atau tinggi sekalipun. Dengan demikian, dalam keadaan apapun, AC ini akan tetap menyala secara otomatis.

  1. Dibekali dengan Fitur Cooling

AC luncuran PT Sharp Electronics Indonesia ini dilengkapi dengan fitur cooling yang dapat bekerja dengan kekuatan yang ekstra. Hal ini dapat Anda buktikan saat berada dalam ruangan yang telah dipasang mesin pendingin ini. Suasana sejuk dan nyaman akan Anda rasakan dalam ruangan tersebut. Anda juga tak perlu khawatir saat sedang gerah, lantaran AC yang satu ini akan memberikan efek dingin dalam waktu yang relatif singkat. Dalam hal ini, pemilihan Freon AC juga harus diperhatikan. Anda harus memilih Freon yang terbuat dari bahan yang benar-benar aman untuk kesehatan dan tidak mudah terbakar. Freon sendiri merupakan sebuah senyawa berbentuk gas yang berfungsi menyerap beban pendingin pada ruangan yang suhu udaranya di kondisikan dengan AC. Umumnya, Freon dikemas dalam bentuk tabung layaknya tabung LPG.

  1. Mampu Menekan Pertumbuhan Virus yang Bakteri yang Berbahaya bagi Kesehatan

Seperti yang telah diketahui bahwa AC Sharp ini dirancang dengan menggunakan teknologi plasmacluster yang mampu menghambat pertumbuhan virus dan bakteri yang tersebar dalam udara. Plasmacluster ini akan menyemburkan plasma dalam kandungan air dalam setiap oksigen yang dihasilkan. Setiap semburan plasma tersebut akan menghasilkan ion positif dan ion negatif yang dapat memberikan kesegaran alami bagi Anda. di samping itu, Anda pun tidak perlu menanggung resiko terserang penyakit akibat bakteri dan virus yang ada dalam ruangan tersebut.

Itulah keunggulan dari produk AC buatan perusahaan Sharp. Pada dasarnya, AC yang diproduksi oleh Sharp terdiri dari beberapa jenis atau type. Bagi Anda yang belum tau mengenai jenis-jenis tersebut, maka simaklah informasi berikut ini untuk Anda jadikan sebagai bahan pertimbangan sebelum membeli AC.

www.pexels.com

3 Jenis AC Secara Umum yang Wajib Anda Ketahui

  1. AC Biasa atau Standard

Jenis AC yang pertama ialah AC snatdard. Kebanyakan orang lebih mengenal jenis AC yang satu ini dengan sebutan AC biasa. Jenis AC ini mampu menghasilkan udara dingin secara cepat dan tak memakan waktu yang lama. Bagi Anda yang senantiasa tidak sabar untuk menikmati udara dingin dalam ruangan, maka AC biasa merupakan pilihan yang paling tepat untuk Anda. Umumnya, AC biasa akan mematikan dirinya secara otomatis apabila sudah tercapai udara yang outdoor. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menghemat listrik.

  1. AC Low Watt

Bagi Anda yang tergolong tipe orang sabar, maka AC Low watt adalah jenis AC yang cocok dengan Anda. AC ini akan memberikan efek dingin dalam waktu relatif yang lamban tetapi sangat nyaman, pasalnya tubuh kita tidak akan dikagetkan lantaran datangnya udara dingin secara mendadak. Di samping itu, sesuai dengan namanya, AC Low watt juga tidak memakan daya listrik yang besar.

  1. AC Inverter

Jenis AC terakhir yang umumunya diproduksi oleh berbagai industri elektronik ialah AC inventer yang mana pada AC tipe ini dilengkapi dengan teknologi pengaturan frekuensi listrik untuk mengatur suhu udara yang diinginkan. Dalam hal ini, Perlu diketahui bahwa AC Sharp dengan jenis ini memiliki fitur penghemat daya listrik yang lebih baik dari pada merek AC lainnya. AC yang diproduksi PT Sharp tersebut dilengkapi dengan alat deteksi yang dapat mengatur suhu udara sesuai dengan keadaan fisiknya. Sehingga, Apabila suhu udara dalam sebuah ruangan sudah terasa dingin, sensor tersebut akan mengatur daya listrik dengan sendirinya untuk melambatkan kinerja mesin. Dengan demikian, penggunaan daya listrik untuk AC Anda akan semakin minim.

www.pexels.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *