Kemajuan teknologi merambah berbagai lini termasuk pada sektor pendidikan. Pemerintah Republik Indonesia melalui kementrian pendidikan menggunakan perkembangan teknologi sebagai media untuk menunjang peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Penerapan akan perkembangan teknologi khususnya pada dunia pendidikan telah dimulai pada 2014 silam, yakni dengan diterapkannya Ujian Nasional Berbasis Komputer yang dilaksanakan di 2 Sekolah berbeda. Sekolah tersebut adalah SMP Indonesa Kuala Lumpur dan SMP Indonesia Singapura. Keberhasilan uji coba penerapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) rupanya mendorong pemerintah untuk terus mengembangkan penerapan kemajuan teknologi di sektor pendidikan hingga sekarang.

Evaluasi Penerapan Ujian Nasional Berbasis Komputer

Penerapan Ujian Nasional Berbasis Komputer atau ”Computer Based Test” memiliki kelebihan dan kekurangan jika dibandingkan dengan Ujian Nasional Berbasis Kertas atau “Paper Based Test”. evaluasi akan penerapan UNBK sendiri selalu dilakukan oleh kementerian Pendidikan sebagai penyelenggara, hal ini karena terdapat berbagai macam kendala yang harus dihadapi guna melakukan pembenahan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer. Beberapa pembenahan tersebut diantaranya adalah kapasitas kemampuan guru, peningkatan kualitas layanan server, serta konten kurikulum pendidikan.

Pembenahan pertama terkait evaluasi penerapan Ujian Nasional Berbasis Komputer adalah dengan meningkatkan kemampuan guru sebagai ujung tombak pelaksanaan UNBK. Hal ini karena masih banyak guru-guru yang belum mengetahui secara detail mengenai sistem UNBK yang diterapkan pemerintah. Akan sangat aneh jika siswa sebagai target sasaran penerapan UNBK, justru lebih menguasai perihal teknologi bahkan dapat mengetahui kelemahan  atau celah pada pelaksanaan UNBK sehingga berpotensi melakukan kecurangan tanpa terdeteksi oleh pihak sekolah maupun penyelenggara di tingkat pusat. Oleh sebab itu peningkatan kualitas guru diharapkan dapat meminimalisir adanya kecurangan. Kedua adalah peningkatan kualitas server, kendala akan server yang seringkali “down” menyebabkan harus ada peningkatan kualitas layanan server agar tidak menjadi permasalahan lagi pada pelaksanaan UNBK diseluruh wilayah Indonesia. Terakhir adalah evaluasi pada konten kurikulum, banyaknya aduan mengenai tingkat kesulitan pada pelaksanaan UNBK membuat kementerian pendidikan harus banyak melakukan pembenahan akan konten kurikulum yang ada sehingga peningkatan kualitas pendidikan dapat tercapai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *