Saat menempati sebuah hunian, baik berupa rumah atau apartemen, tentu Anda memasukkan furnitur di dalamnya. Benda tersebut adalah benda yang sehari-hari akan menunjang kehidupan penghuni rumah ke depan, seperti tempat tidur, sofa, meja makan, dan sebagainya. Bukan hanya furnitur, dekorasi juga penting dilakukan untuk sebuah hunian.

Namun demikian, mengisi rumah dengan furnitur dan mendekorasinya tidak bisa sembarangan lho. Anda harus memperhatikan posisi dan ukuran ruangan, jarak antar satu benda ke benda lainnya, material yang digunakan untuk furnitur, dan masih banyak hal yang perlu diperhatikan. Hal ini kadang terlalu dianggap sepele, padahal ini mempengaruhi kenyamanan para penghuni yang tinggal di rumah.

Tidaklah berlebihan rasanya, jika kita meromantisasi soal rumah. Sebab memang rumah haruslah dirancang sedemikian rupa agar selain memberi rasa nyaman, juga memberikan rasa aman bagi setiap penghuninya. Kapan pun, di mana pun, dan ke mana pun penghuninya, rumah selalu dan sudah pasti menjadi tujuan tempat kembali.

Rumah adalah tempat pertama kita tumbuh kembang dan melahirkan ide-ide besar. Rumah pula merupakan tempat pertama para penghuninya mengenal karakter sendiri. Karenanya, membuat rumah menjadi tempat yang nyaman untuk melakukan banyak hal adalah sesuatu yang penting diperhatikan. Salah satu caranya adalah dengan mendekorasi interior sebuah rumah.

unsplash.com

Pertimbangan sebelum Dekor Interior Rumah

Sebelum melakukan dekorasi, penting untuk menentukan desain seperti apa yang diinginkan untuk interiornya. Tujuannya adalah agar pengerjaannya lebih efisien dan mencapai hasil yang memuaskan. Biasanya tugas ini dilakukan oleh seorang penyedia jasa gambar rumah yang memang memiliki ahli dalam mengerjakan desain interior rumah. Apa itu desain interior?

Desain interior biasanya diartikan sebagai tatanan perabotan, dekorasi, dan sebagainya. Desain interior berarti melakukan desain bagian dalam dari sebuah bangunan atau ruang. Ada beberapa aspek dalam perancangan bagian dalam rumah. Mulai dari perencanaan, riset, koordinasi, hingga mengatur jenis interior.

Karena banyaknya aspek yang harus diperhitungkan, maka sebaiknya memang pengerjaannya dibantu oleh tenaga khusus. Sebab, desain interior menggabungkan seni dan ilmu sains untuk menghadirkan desain yang bukan hanya bernilai estetika semata, tapi juga multi-fungsi. Semua ini hanya dapat terwujud dengan menentukan perhitungan yang tepat terhadap kegunaan ruang hingga pemilihan furnitur.

Untuk memahami desain dalam rumah, memahami prinsip desain interiornya saja tidak cukup. Anda juga perlu untuk mencari berbagai referensi mengenai interior rumah yang tepat yang sesuai dengan karakter pemilik rumah. Hal ini bisa didiskusikan bersama dengan penyedia jasa gambar rumah yang Anda telah sewa.

Anda bisa mengambil inspirasi mengenai desain interiornya di mana saja. Misalnya, dari berbagai hal yang Anda sukai, dari karakter Anda, destinasi impian Anda, dan sebagainya. Misalnya, jika Anda tipe orang yang sederhana dan tidak neko-neko, Anda bisa mengambil desain interior ala Scandinavian yang tidak terlalu banyak sentuhan berwarna terang atau berbagai hal lainnya yang membuat Anda nyaman.

unsplash.com

Tips Gaya Desain Interior

Kali ini, kami akan memberikan juga bonus tips gaya desain interior yang bisa Anda ikuti atau bisa menjadi referensi Anda. Berikut ini beberapa jenis gaya desain interior yang sering ditemui di Indonesia dan beberapa tempat menarik lainnya.

  • Gaya Skandinavian

Desain interior yang satu ini mengedepankan minimalisasi dalam berbagai hal. Dominasi warna yang biasa ditonjolkan adalha warna-warna netral, seperti dominasi putih, hitam, abu-abu, dan sedikit aksen kayu. Kini, gaya desain interior Skandinavian tengah digemari dan semakin populer di Indonesia. Terutama, karena desainnya yang instagramable.

  • Gaya Bohemian

Istilah bohemian sebenarnya sudah dikenal sangat lamauntuk menggambarkan gaya hidup non-tradisional orang-orang yang nomaden pada pertengahan tahun 1800an. Kemudian, istilah ini kini diterapkan dalam berbagai hal, seperti lifestyle, fashion, hingga desain interior sebuah ruangan. Gaya ini biasanya didominasi oleh motif yang detail dan ramai dengan bermacam warna yang senada.

  • Gaya Rustic

Rustic pada desain interior adalah konsep desain rumah dengan gabungan tekstur halus dan kasar yang tidak diselesaikan. Artinya, penataan desain interior ini lebih memfokuskan pada kesan yang lebih alamiah. Pada desain ini dominasi elemen kayu sangat kuat dan warna dominan yang digunakan adalah warna cokelat.

unsplash.com
  • Gaya Shabby Chic

Belakangan, gaya ini semakin populer di Indonesia. Gaya shabby chic adalah desain interior yang banyak menggunakan warna-warna pastel dan motif floral. Jangan tertipu dengan kata Shabby yang berarti lusuh, sebab justru gaya ini sama sekali jauh dari kesan lusuh. Interior ini justru lebih memberi kesan anggun dan feminin.

  • Gaya Vintage

Vintage adalah pembuatan desain yang mengacu pada barang yang diproduksi pada masa lampau. Umumnya, barang-barang yang diproduksi pada tahun 1830 hingga 1930an. Karenanya interior ini didominasi dengan ukiran atau barang-barang produksi zaman dulu. Warna yang sering digunakan untuk padu padannya adalah warna cokelat, abu-abu, light steel blue, dan sebagainya.

  • Gaya Industrial

Seperti halnya bangunan-bangunan industri, gaya interior insudtrial adalah desain dengan konsep unfinished atau “belum selesai”. Mulai dari dinding, atap, hingga lantai, biasnaya tidak dilapisi dengan finishing yang utuh. Furniturnya pun dibuat dengan kombinasi kayu dan metal.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *