Deskripsi :

Burung kasuari merupakan salah satu jenis burung yang tidak bisa terbang. Meski tidak bisa terbang, burung besar ini memiliki berbagai keunikan. Simak apa saja keunikannya di ulasan ini.

Artikel :

Burung identik dengan sayap dan kemampuannya untuk terbang. Padahal, tidak semua burung mampu terbang. Ada beberapa burung dengan tubuh besar yang tidak mampu terbang. Namun begitu, kekuatannya tidak perlu diragukan lagi. Salah satu jenis burung yang tidak bisa terbang adalah burung kasuari. Penasaran dengan burung satu ini? Simak terus penjelasan berikut ini ya.

Keunikan Burung Kasuari khas Indonesia Timur

Burung Kasuari adalah salah satu satwa khas Papua yang dilindungi. Selain dapat ditemui di kawasan hutan Papua, burung besar ini dapat ditemi di Maluku dan Australia. Meski dilindungi, burung satu ini masih menjadi incaran pemburu. Bagian tubuhnya dimanfaatkan untuk dikonsumsi serta aksesoris pakaian adat. Berikut adalah beberapa keunikan dari burung kasuari

  1. Morfologi

Burung kasuari memiliki bentuk tubuh yang indah. Tak heran jika satwa langka ini dijadikan bewan incaran. Kulit kepada serta wajahnya berwarna biru keunguan. Terkadang bercampur dengan warna merah dan kuning. Salah satu ciri khas burung ini adalah memiliki mahkota tinggi dan membentuk kurva. Selain itu juga dilengkapi dengan leher yang bergelambir dua dengan warna merah dan hitam.

Kaki burung kasuari sangat kuat sehingga mampu menopang tubuhnya yang kerap mencapai bobot 60 kg. Dengan berat mencapai angka tersebut, burung ini tampak bongsor. Ukuran burung betina jauh lebih besar daripada burung jantan. Selain itu, warna bulu lebih terang dan gelambir lebih panjang.

  1. Pola Hidup

Burung satu ini tergolong burung soliter dan hanya berpasangan di saat musinm kawin. Mereka juga memiliki daerah territorial tertentu dan mudah ditemukan di lantai hutan. Makanan yang dikonsumsi adalah buah yang jatuh ke lantai hutan, misalnya buah matia, jambu hutan, pala hutan, kenari, nibun, palem-paleman dan masih banyak yang lainnya. Aktivitas makan biasanya berhenti jika sudah kenyak ataupun terkena sinar matahari yang cukup terik.

  1. Habitat

Berbagai aktivitas burung kasuari dilakukan di area hutan sekunder, khususnya pada pagi dan sore hari. Aktivitas yang dilakukan di hutan sekunder adalah untuk mencari makan. Pada waktu siang, burung kasuari akan beristirahat atau bermain-main di hutan primer. Hutan primer merupakan area yang sempurna bagi satwa liar yang dihup di alam bebas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *